Halaman

Aku Atau Temanmu



Cast: Anisa Rahma, Bisma Karisma, other…
Genre: ???
Author: Desty Rahmawati


Check This Out!


“Maaf ya, Nis. Hari ini aku gak bisa nemenin kamu beli buku. Aku harus jenguk temen aku yang lagi sakit”

Begitulah isi pesan singkat yang dikirim Bisma untuk Anisa. Rencana memang hari ini Bisma berjanji untuk menemani Anisa pergi ke toko buku. Namun ketika Anisa sudah bersiap-siap dan tinggal menunggu kekasihnya yang menjemputnya itu, dengan gampangnya Bisma membatalkan rencana itu hanya lewat pesan singkat.

Anisa menghela nafasnya. Bisma sudah sering membatalkan rencana mereka untuk jalan berdua. Padahal Bisma-lah yang sering mengajak Anisa jalan. Dan Bisma juga yang membatalkan rencana tersebut dan lebih mementingkan teman-temannya dibandingkan dengan Anisa selaku kekasihnya itu.

“Iya gapapa. Lain kali kalo mau buat janji sama orang, lihat dulu ada janji sama orang lain atau gak. Jangan seenaknya batalin janji. Bilangin juga ke temen kamu itu cepet sembuh”

Anisa menekan tombol send. Sudah sering Anisa mengirim pesan singkat yang sedikit frontal seperti itu ataupun berbicara langsung pada Bisma. Namun sampai saat ini salah satu sifat Bisma yang seperti itu belum juga berubah. Setelah itu Anisapun langsung beranjak pergi ke toko buku. Sendirian. Tanpa Bisma.

====


“Nanti malem aku jemput ke rumah kamu ya. Aku mau ngajak kamu makan malem. Kan udah lama kita gak dinner” Kata Bisma. Malam ini Ia mengajak Anisa untuk makan malam bersamanya. Anisa menatapnya jengah.

“Aku gak bisa pergi sama kamu malam ini kalo kamu nanti tiba-tiba sms dan batalin acara yang kamu buat sendiri” Kata Anisa tanpa menatapnya. Ia kembali focus pada laptopnya. Anisa sengaja berbicara seperti itu karena Ia yakin 10 menit sebelum Bisma datang kerumah, pasti dia akan mengirim pesan singkat yang isinya “Maaf, Nis. Kita gak jadi dinner malem ini. Aku ada acara dengan temanku yang gak bisa aku batalin” atau alasan konyol lain yang intinya Bisma membatalkan janjinya sendiri.

“Yah jangan gitu dong, Nis. Kemarin aku emang mau jengukin temen aku yang lagi sakit. Serius deh, Nis. Aku gak bohong” Ucapnya. Bulshit! Kenapa harus kemarin sore Bisma jenguknya? Kenapa gak setelah dia nemenin aku ke toko buku aja? Aku benar-benar sudah muak dengan berbagai janji yang Bisma buat. Batin Anisa.

“Okelah aku percaya kemarin kamu pergi jenguk temen kamu. Tapi kemarin-kemarin sebelum kamu jenguk temen kamu itu? Gak sekali atau dua kali kamu ingkarin janji kamu sendiri, Bis. Tapi udah berkali-kali kamu ingkarin janji itu. Dan udah berkali-kali aku ngingetin kamu, tapi kamunya aja yang gak mau ngubah sifat buruk kamu itu. Dengan gampangnya kamu batalin janji itu dan kamu lebih memilih teman-teman kamu itu” Tutur Anisa yang mengeluarkan semua unek-uneknya. Bisma hanya menghela nafasnya.

“Ak…” Baru saja Bisma ingin berbicara, tiba-tiba dua orang temannya datang menghampiri mereka.
“Woi, Bis. Berduaan mulu lo sama si Anisa”Ucap Ardi pada Bisma.

“ Tiati nanti ada setan lewat loh. Wahahaa”  Sambung Juna yang ikut-ikutan meledek Bisma. Bismapun hanya tertawa renyah (?) sedangkan Anisa tidak menanggapi ucapan teman Bisma tersebut. Ia lebih memilih mengerjakan tugasnya di laptopnya.

“Mana ada setan lewat di kantin yang rame gini. Ada-ada aja lo” Sahut Bisma. Ia dan teman-temannya kembali tertawa. Seakan Bisma lupa akan masalah yang sedang terjadi antara dirinya dengan Anisa.

“Eh Bis, nanti malem lo dateng ya ke acara barbeque-an di rumah gue. Gue mau rayain kedatangan adik gue yang baru pulang dari Aussie” Ucap Ardi pada Bisma. belum sempat Bisma menanggapi ucapan Ardi, Anisa tiba-tiba langsung beranjak dari tempat duduknya.

“Gue duluan ya” Dengan membawa laptop serta tas yang Ia letakkan ditangan kanannya Anisa segera pergi meninggalkan Bisma dan teman-temannya itu. Anisa tahu Bisma tidak mungkin menolak ajakan temannya tersebut kemudian kembali membatalkan acara makan malam dengannya hari ini.

“Anisa kenapa tuh? Buru-buru banget kayaknya” Ucap Juna yang heran melihat Anisa yang tiba-tiba pergi meninggalkan mereka. Sebenarnya Bisma ingin mengejar Anisa, tapi Ia tidak enak hati dengan Dennis dan Juna yang baru saja datang menghampirinya.

“Dia mau ada kelas sebentar lagi. Kayaknya nanti malem gue gak bisa dateng ke rumah lo deh, Di. Sorry ya” Ucap Bisma yang menolak ajakan Ardi.

====
“Tumben kamu bisa luangin waktu kamu untuk aku malam ini. Kamu gak jadi barbeque-an bareng temen kamu itu?” Anisa yang bertanya sekaligus menyindir Bisma yang tumben sekali bisa menepati janjinya hari ini.

“Nis udah dong gak usah bahas temen-temen aku lagi. Oke aku minta maaf karena selama ini aku gak bisa luangin waktu aku untuk kita berdua. Dan kamu lihat kan buktinya hari ini kita bisa makan malam berdua”Ucap Bisma yang memegang kedua tangan Anisa yang berada di depannya tersebut. Namun dengan cepat Anisa menepis tangan Bisma.

“Iya hari ini kamu bisa bilang gitu. Tapi besok, lusa dan seterusnya? Sebenernya yang pacar kamu itu siapa sih, Bis? Aku atau teman-teman kamu itu?” Anisa yang menatap tajam kedua mata Bisma. dan Bisma hanya bisa terdiam dan tidak mampu menjawab pertanyaan kekasihnya itu.

“Aku gak ngelarang kamu untuk berteman dengan siapa aja, Bis. Tapi kamu juga harus tahu waktu kapan kamu buat teman-teman kamu itu dan kapan kamu ada waktu buat aku. kamu juga gak boleh seenaknya bikin janji dengan teman kamu ataupun aku kalau ujung-ujungnya kamu ingkari. Kamu fikir enak di-php-in kayak gitu? Dan bukan sekali dua kali kamu php-in aku. tapi berkali-kali, Bis. Aku udah cukup sabar menghadapi sikap kamu itu, Bisma. Dan aku udah capek dengan semua sikap kamu. Mungkin dengan berakhirnya hubungan kita itu akan jauh lebih baik” Tutur Anisa. tanpa sadar airmatanyapun ikut keluar. Sebenarnya Anisa tidak mau mengucapkan kata-kata terakhirnya itu. Tapi apalah daya. Anisa hanyalah wanita biasa. Ia juga punya batas kesabaran. Lagipula siapa wanita yang ingin diberi harapan palsu oleh laki-laki.

“Anisa please jangan akhiri hubungan kita. Aku gak mau kita putus, Nis. Aku minta maaf kalo selama ini aku jarang punya waktu untuk kamu. Please, Nis. Kasih aku kesempatan sekali lagi” Mohon Bisma pada Anisa. kemudian Anisa menghapus airmatanya dengan kedua tangannya.

“Sekarang aku kasih kamu pilihan. Kamu pilih aku atau teman-teman kamu itu?” Anisa yang bertanya pada Bisma. Seketika Bisma terdiam. Ia bingung dengan dua pilihan yang diberikan oleh Anisa. disatu sisi Ia sangat amat menyayangi Anisa. Namun di sisi lain Ia juga menyayangi teman-temannya itu.

“Kenapa diam? Kamu gak bisa milih antara aku atau teman kamu itu? Oke. Kalau kamu diam, aku anggap kamu lebih memilih teman-teman kamu itu daripada aku. Maaf, Bisma. hubungan kita cukup sampai disini. Tapi kamu tenang aja, aku gak akan pernah benci sama kamu. Kita Cuma ganti status aja kok. Dan kita masih bisa berkomunikasi seperti biasa. Selamat malam, Bisma” Anisa yang bangkit dari duduknya itu lalu berpamitan pada Bisma untuk yang terakhir kalinya sebagai ‘kekasih’ dari Bisma itu. Untuk esok dari dan seterusnya status itu telah berubah menjadi ‘single’.


END